Sumber: Pinterest
Wahai wanita,
Jangan merasa dirimu paling tersakiti
Jangan merasa dirimu teraniaya
Jangan merasa ujian yang sedang menimpamu itu sangat berat
Jangan pernah menyalahkan orang lain atas sesuatu yang terjadi pada dirimu
Jangan pernah menyalahkan takdir yang terjadi pada dirimu
Kalau diri sendiri saja pernah bersandar pada orang lain
Kalau diri sendiri saja pernah menggantungkan harapan pada manusia
Kalau diri sendiri saja terlalu berharap lebih pada manusia
Kalau diri sendiri masih menaruh hati pada manusia yang belum halal untukmu
Kalau diri sendiri masih mencintai seseorang yang belum tentu menjadi milikmu
Tidak ada yang bisa disalahkan jika dirimu merasa kecewa, sebab manusia memang sumbernya kecewa, bukan?
Tidak ada yang bisa disalahkan, sebab engkau mencintai seseorang yang tidak layak untuk kau cintai
Tidak ada yang bisa disalahkan, sebab hati manusia itu berubah-ubah
Tidak ada yang bisa disalahkan, sebab yang kau cintai itu bukan untukmu
Tidak ada yang bisa disalahkan, sebab ia pergi karena bukan ia takdirmu
Lantas mengapa?
Mengapa dirimu merasa menjadi orang yang paling berat ujiannya?
Mengapa dirimu merasa menjadi orang yang paling letih?
Mengapa dirimu merasa seseorang itu telah berbuat jahat kepadamu?
Mengapa dirimu merasa paling tersakiti?
Mengapa dirimu merasa hilang arah?
Biar,
Biarkanlah mereka yang pergi
Biarkanlah mereka yang tidak mau menetap
Biarkanlah mereka yang tidak bisa bertahan dengan segala kekuranganmu
Biarkanlah mereka yang menghilang tanpa maaf
Biarkanlah mereka yang sudah meninggalkanmu
Wahai wanita,
Sebab-sebab kesedihanmu itu adalah karna ulah dirimu sendiri
Tak perlu dirimu merasa paling tersakiti
Tak perlu dirimu merasa ujianmu paling berat
Hanya karna engkau merasa sedang kecewa kepada manusia
Padahal kenyatannya kita memang tidak berhak menaruh hati kepada siapapun, kecuali pasangan halal kita
Wahai wanita,
Sebab-sebab kesedihanmu adalah kesalahanmu sendiri
Tak perlu dirimu merasa paling tersakiti
Tak perlu dirimu merasa ujianmu paling berat
Hanya karna engkau merasa sakit hati
Padahal memang sampai sebelum akad itu tiba, seseorang itu tidak berhak untukmu
Bukan ia yang jahat, tapi memang Allah yang memalingkan hatinya darimu
Hingga pada akhirnya kamu sadar ia bukan untukmu
Konsekuensimu jika kamu berdoa untuk terus meminta yang terbaik, lalu ia pergi darimuJangan kesal dan kecewa ketika ia menjauhimu, sebab Allah yang menjauhkannya
Karena kamu telah memasukan seseorang yang bukan milikmu ke dalam hatimuDan ketika hatimu terlalu berharap pada manusia, maka Allah timpakan padamu pedihnya sebuah pengharapan...Semoga Allah senantiasa menjaga hatimu
Dulu sebelum hari ini, aku pikir mengenalmu hanya akan sekadar kenal saja. Tapi ternyata, semua ini melaju terlalu jauh. Kala itu, tiba-tiba saja kamu datang dengan membawa sebuah komitmen. Aku yang saat itu masih ragu akan masa depan, aku yang saat itu masih cukup takut untuk menerima orang baru. Aku hanya bisa berdo'a semoga kamu yang terbaik.
Dengan yakin aku menerima niat baikmu. Kamu lebih dari cukup untuk mengisi kekosonganku. Dari yang cukup ada, rasanya sekarang aku ingin selalu ada untuk melengkapi satu per satu bagianmu yang kosong. Aku inginnn sekali menjadi peran penting bagimu.
Kita tidak dekat, namun aku dan kamu melekat dalam do'a. Begitulah konsepku. Kita harus berusaha untuk sama-sama menjaga sampai hari itu tiba. Kita jauh, namun aku tak hentinya mencarimu.
Kepada kaum lelaki mungkin aku terlihat cuek. Kenyataannya aku hanya berusaha menjaga dan melindungi diriku sendiri dari perasaan-perasaan itu agar hatiku tidak mudah patah. Kan katanya tidak boleh berlebihan, bukan? Jangan sampai kita berlebihan mencintai makhluk-Nya yang belum halal untuk kita. Jadi tugasku hanya bisa berdoa agar Allah berikan yang terbaik untukmu dan untukku. Kalimat sakti bagiku adalah "kalau jodoh pasti Allah dekatkan". Kalau mau pergi? Silakan. Jadi, selalu aku buang jauh-jauh rasa tidak enak itu, rasa overthinking-ku dan semua pikiran negatifku. Pahitnya ditelan saja.
Bicara masa depan, aku tahu pasti akan ada saja godaan sebelum menikah, seperti kehadiran orang baru yang datangnya tak dijemput, pulang tak diantar, misalnya. Aku sudah terlalu sering mendengar berita-berita perselingkuhan, perceraian dan itu cukup membuat aku sedikit takut dengan pernikahan. Sekarang, intinya harus sama-sama bertahan apapun yang terjadi, harus saling percaya, saling menguatkan, dan saling meyakinkan. Karna, pernikahan itu berdua, bukan berjuang sendirian. Dan yang paling penting adalah "jujur".
Aku tidak mau terlalu memikirkan hal sedih apapun nantinya. Aku harap, bahagia selalu menyertaiku. Karna, mau galau juga buat apa? Terlalu membuang energiku. Aku belajar untuk lebih dewasa dalam menyikapi segala hal yang terjadi dalam kehidupanku. Update status, posting sana-sini, mencari perhatian manusia dan melempar kode-kode? Huh, dasar alay! Rasanya itu bukan solusi, sebab Allah tempat bercerita paling tepat. Allah sang Pemilik Hati dan Maha Membolak-balikan Hati. Aku menitipkan kepada Dia yang memiliki hatimu. Biar Allah saja yang atur semuanya.
Di setiap perkenalan, sampai sekarang aku selalu bertanya tentang keseriusan suatu hubungan. Iya-iya, engga-engga. Jika iya, aku akan memulainya dengan melakukan hal-hal kecil mulai dari menabung bersama, merancang mimpi bersama, dan saling support satu sama lain itu sudah cukup meyakinkan buatku. Aku sudah cukup berpikir tentang masa depan yang tidak pasti itu. Esok akan tetap menjadi rahasia Allah, karna yang pasti hanyalah kematian. Aku hanya ingin menikmati kesempatan setiap harinya disaat aku bersamamu nanti. Temani aku yang lama ya? Selamanya itu memang lama. Tapi aku ngga keberatan.
-Kd
Kamu bisa keluar masuk rumah manapun yang kamu mau, tapi ada sebuah rumah yang tidak boleh dimasuki orang sembarangan, walaupun sekadar berkunjung. Dan rumah itu adalah hati. Jadi akan aku pastikan niat itu jelas. Apakah kamu mau menetap? Atau hanya menebar duri?
Di rumah ini, aku akan melayanimu dengan baik, aku harap kamu juga membalasnya dengan baik, menetap dengan sabar, dan mengisinya dengan hati yang tulus. Aku hanya orang biasa, yang memberanikan diri untuk berjalan dengan orang sepertimu. Rumah ini punya sederet kisah yang mungkin tak se-bahagia kebanyakan orang, tak apa kan? Rumah ini mungkin tak terlalu mewah seperti rumah kebanyakan orang. Sebab aku hanya punya sebagian dunia, yang semoga dengan itu nantinya kita akan tetap merasa cukup. Karena bagiku, bekal akhirat yang akan menjadi hal pertama yang harus dipupuk dari jauh-jauh hari.
Aku akan berusaha menjadi tempat yang paling nyaman untukmu dikala lelah, untukmu beristirahat dan pulang. Aku hanya ingin membuatmu bahagia dengan caraku yang paling sederhana. Walau tak ada yang menggantikan kenyamanan di rumah bersama orang tuamu, akan kubuat dirimu betah di rumahku. Aku yang tidak sempurna dari segala sisi, kekuranganku juga banyak, tapi bersamaku, akan ku buat dirimu selalu bersyukur dengan segala kekurangan yang ada.
Rumah indah bukan yang berisi hal-hal mewah. Bukan juga yang berisi sesuatu yang mahal. Tapi rumah ini sangat berharga dari yang lainnya, rumah ini dihiasi dengan ketulusan, kesabaran, dan kasih sayang tanpa batas. Di rumahku ini, berjanjilah untuk saling mendukung satu sama lain, dan tidak pernah saling meninggalkan. Sampai bertemu!
- Kd